Sabtu, 03 November 2012

ANALISA KEKERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPI (STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX)

Kekeringan adalah suatu kondisi yang ditandai dengan rendahnya ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kehidupan, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Kekeringan merupakan kondisi penyimpangan yang bersifat sementara, berbeda dengan musim kemarau. 

Proses terjadinya kekeringan diawali dengan berkurangnya jumlah curah hujan dibawah normal dalam satu musim, kejadian ini adalah kekeringan meteorologis yang merupakan tanda awal terjadinya kekeringan. Tahapan selanjutnya adalah berkurangnya kondisi air tanah yang menyebabkan stress pada tanaman (terjadinya kekeringan pertanian), tahapan selanjutnya terjadinya kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah yang ditandai menurunnya tinggi muka air sungai ataupun danau (terjadinya kekeringan hidrologis).



Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya, dalam suatu periode yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya). Nilai SPI dihitung menggunakan metode statistik probalistik distribusi gamma. Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan katagori sebagai berikut :

Selasa, 28 Agustus 2012

BADAN METEOROLOGI SE ASIA TENGGARA DAN PASIFIK BARAT DAYA


Indonesia pada saat ini adalah merupakan pimpinan dari RA V. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ibu Dr. Ir. Sri Woro B. Harijono, M.Sc adalah merupakan Presiden Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) untuk wilayah Asia dan kawasan Pasifik Barat Daya periode 2010-2014 (Presiden RA-V). Pemilihan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2010, di sela-sela pertemuan 15th Session of WMO Regional Association V (RA-V), di Bali tanggal 30 April s/d 6 Mei 2010.

Selasa, 31 Juli 2012

MENGHITUNG EVAPOTRANSPIRASI DENGAN LYSIMETER DRAINASE SEDERHANA

PENGERTIAN

Laju evapotranspirasi dapat diestimasi dengan beberapa pendekatan/ metode atau dapat diukur secara langsung. Pengukuran evapotranspirasi diukur secara langsung dengan Lysimeter. Unsur yang diamati adalah besarnya penguapan yang berlangsung pada sebidang tanah yang bervegetasi.

Pengukuran evapotranspirasi / evapotranspirasi potensial pada sebidang tanah yang bervegetasi adalah dengan mempergunakan alat yang disebut evapotranspirometer atau disebut juga Lysimeter. Alat ini berupa sebuah bejana yang cukup besar diisi tanah dan ditanami. Lysimeter adalah alat untuk mengukur evapotranspirasi sebidang tanah bervegetasi secara langsung.



Gambar 1. Contoh lysimeter sederhana

Kamis, 07 Juni 2012

TAWARAN SOLUSI ISLAM TERHADAP GLOBAL WARMING

Pengertian Pemanasan global

Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur rata- rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat sekitar 0,18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca."


Gambar 1. Fakta kenaikan suhu secara global