Rabu, 13 Maret 2013

PENENTUAN NILAI EVAPOTRANSPIRASI POTENSIAL DENGAN APLIKASI CROPWAT 8.0



Evapotranspirasi adalah merupakan gabungan dari penguapan air secara bebas (evaporasi) dan penguapan melalui tanaman (transpirasi) yang dapat digunakan. Evapotranspirasi potensial atau disebut juga evapotranspirasi acuan (ETo) adalah besarnya evapotranspirasi dari tanaman hipotetik (teoritis) dengan ciri ketinggian 12 cm, tahanan dedaunan yang telah ditetapkan 70 detik/m dan albedo (pantulan radiasi) 0.23, mirip dengan evapotranspirasi pada tanaman rumput hijau luas dengan ketinggian yang seragam, tumbuh subur, menutup tanah dengan sepenuhnya dan tak kekurangan air. ETo diantaranya dapat dihitung dengan data meteorologi.

Perhitungan evapotranspirasi potensial (ETo) dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi "CROPWAT 8.0". CROPWAT 8.0 adalah program berbasis windows di versi DOS sebelumnya. Selain itu user interface sepenuhnya didesain ulang, CROPWAT 8.0 untuk windows termasuk dalam fitur baru dan diperbaharui, dikembangkan dengan menggunakan Visual Delphi 4.0 dan berjalan dengan flatform Windows.

Minggu, 18 November 2012

BEBERAPA METODE KLASIFIKASI IKLIM

Hujan merupakan unsur fisik lingkungan yang paling beragam baik menurut waktu maupun tempat dan hujan juga merupakan faktor penentu serta faktor pembatas bagi kegiatan pertanian secara umum. Oleh karena itu klasifikasi iklim untuk wilayah Indonesia (Asia Tenggara umumnya) seluruhnya dikembangkan dengan menggunakan curah hujan sebagai kriteria utama.

Minggu, 04 November 2012

PENENTUAN KLASIFIKASI IKLIM SCHMIDT FERGUSON DI KALIMANTAN SELATAN




Klasifikasi adalah suatu proses dasar bagi semua ilmu pengetahuan dengan pengelompokan dalam grup, kelas ataupun tipe. Hal ini juga berlaku pada ilmu iklim. Bentuk-bentuk klasifikasi iklim antara lain adalah sistem klasifikasi Koppen, sistem klasifikasi Thornwaite, sistem klasifikasi Mohr, sistem klasifikasi Schmidt-Ferguson, sistem klasifikasi Oldeman dan lain-lain.

Sabtu, 03 November 2012

ANALISA KEKERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPI (STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX)

Kekeringan adalah suatu kondisi yang ditandai dengan rendahnya ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kehidupan, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Kekeringan merupakan kondisi penyimpangan yang bersifat sementara, berbeda dengan musim kemarau. 

Proses terjadinya kekeringan diawali dengan berkurangnya jumlah curah hujan dibawah normal dalam satu musim, kejadian ini adalah kekeringan meteorologis yang merupakan tanda awal terjadinya kekeringan. Tahapan selanjutnya adalah berkurangnya kondisi air tanah yang menyebabkan stress pada tanaman (terjadinya kekeringan pertanian), tahapan selanjutnya terjadinya kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah yang ditandai menurunnya tinggi muka air sungai ataupun danau (terjadinya kekeringan hidrologis).



Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya, dalam suatu periode yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan, dan seterusnya). Nilai SPI dihitung menggunakan metode statistik probalistik distribusi gamma. Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan katagori sebagai berikut :