Memahami cuaca dan iklim melalui ilmu pengetahuan dan hikmah, konsep dasar serta cerita ilmiah update cuaca dan iklim
Minggu, 25 Agustus 2024
PEGUNUNGAN MERATUS : FENOMENA LOKAL YANG MEMPENGARUHI HUJAN DI KALIMANTAN SELATAN DAN MODEL UNTUK MEMAHAMINYA
Selasa, 28 November 2023
POHON DAN HUBUNGANNYA DENGAN IKLIM (WORLD TREE DAY 21 NOVEMBER DAN HARI POHON NASIONAL 28 NOVEMBER )
Gambar 1. Skema faktor lingkungan respon pohon (Kallarackal dan Roby, 2012)
Setiap 21 November diperingati sebagai hari Pohon Sedunia (World Tree Day). Peringatan ini dilakukan dalam rangka menghargai jasa Julius Sterling Morton, seorang aktivitis lingkungan asal Amerika Serikat yang giat mengkampanyekan penanaman pohon. Di Indonesia peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) jatuh pada 28 November, serta pada bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional.
Pengertian pohon
Pohon adalah tanaman yang memiliki batang dan cabang dan terbuat dari kayu. Pohon bisa hidup selama ratusan atau bahkan ribuan tahun. Pohon merupakan komponen penting dari ekosistem yang berbasiskan lahan dan hutan. Pohon mempunyai peran utama dalam menyediakan berbagai hal di dalam ekosistem. Dalam konteks perubahan iklim global, faktor lingkungan respon pohon mempunyai peranan sangat penting dalam menghadapi berbagai permasalahan antara lain : peningkatan emisi CO2 di masa yang akan datang, peningkatan suhu pada siang dan malam hari, kejadian kekeringan, kebakaran hutan, peningkatan hama dan penyakit tanaman dan kejadian ekstrem lainnya. Pohon juga melakukan mekanisme mendorong fotosintesis, pertumbuhan tanaman, penggunaan air, fenologi, komposisi spesies dan lain-lain (Kallarackal dan Roby, 2012).
Kamis, 15 Januari 2009
INFORMASI IKLIM DALAM BUDIDAYA PERTANIAN
Oleh Abujamin Ahmad NasirRabu, 03 Desember 2008
KARAKTERISTIK IKLIM INDONESIA
Kedua, adanya wilayah Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau. Hal ini menyebabkan iklim di Indonesia bersifat menengah atau moderat.
Ketiga, di beberapa pulau di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya terdapat gunung-gunung yang tinggi. Gunung-gunung yang tinggi baik secara vertikal ataupun horisontal menyebabkan terjadinya perbedaan iklim yang jelas walaupun tempatnya tidak berjauhan. Sebagai contoh temperatur udara makin ke atas makin rendah (lapse rate). Sampai batas tertentu makin ke atas curah hujan makin banyak. Di lereng gunung atau pegunungan yang menghadap ke tenggara, misal Jawa Timur dan Jawa Tengah mempunyai curah hujan yang relatif lebih banyak(windward).

